Showing posts with label guru. Show all posts
Showing posts with label guru. Show all posts

Friday, September 9, 2016

Hayolah Jangan lagi Takut Takuti Guru

Hari ini harus kumpul berkas semua kalau tidak nanti pasti tidak cair, hari ini harus berangkat besok acara, hari ini harus tanda tangan, hari ini harus ini, harus itu kalu tidak tau sendiri akibatnya, Sudah sering saya mendapat perintah model kayak gitu, setiap kali ada perlu pagi disuruh sore sudah harus kumpul alasan ini sudah hari terakhir, sudah jam terakhir, padahal kemaren maren jumpa atau ketemu tidak ada disampaikan sesuatu pun. Kayaknya suka dengan istilah sepak bola Injuritime yaitu dibatas batas akhir permainan itupun biasanya sudah lewat waktu normal dalam permainan.

Guru sangat sering mengalami model pemberitahuan kayak begini, pokoknya harus kalu tidak tau sendiri akibatnya.Suka sekali lihat para bapak ibu guru kelimpungan kalangkabut apalagi yang usdah tua, mereka panik dan biasanya tau sendiri kalau orang tua panik, pak bagaimana berkas saya, masak sih harus kumpul hari ini, masak sih harus tanda tangan jam ini juga, saya hanya bisa menjawab biasalah bu injuritime buat kita spot jantung.

Sebenarnya banyak waktu tersedia untuk menyampaikan perintah atau informasi tertentu pada Ibu bapak guru, janganlah menakut nakuti ibu bapak guru karena Anda bisa kualat itu sudah pasti dan sudah banyak contoh orang yang suka bikin susah ibu bapak guru biasanya tidak selamat. Jadi cobalah bayangkan kalau anda yang disuruh kumpul berkas dan anda orang sudah tua apa bisa seperti itu.

So jadi hentikanlah menakut nakuti guru. 
Share:

Thursday, September 8, 2016

update akun Guru Pembelajar kota langsa kemaren

Kemaren dapat perintah untuk mengaktifkan akun guru pembelajar anehnya hari rabu tanggal 7 september 2016 kemaren katanya hari terakhir update akun padahal disistem sendiri tidak ada indikasi pemberitahuan seperti itu namun daripada kan lebih baik , maka kalangkabut lah semua guru yang ikut UKG 2015 karena syarat masuk akun pakai No ujian UKG 2015 karena no ujian sudah pada hilang entah kemana, untungnya ada pertinggal sama operator sekolah. kemudian mulailah update akun masal untuk melihat rapor masing masing guru. saya tidak ingin menceritakan ekspresi para guru yang terluka mungkin karena karapor nya jelek.
Yang menarik bagi saya ternyata ada beberapa rekan guru yang ditunjuk oleh sistem Guru Pembelajar Menjadi Mentor, disekolah saya sendiri ada tujuh mentor yang ditunjuk oleh sistem karena raport mereka hanya merah tiga paling banyak, namun hanya satu yang mendapat pelatihan menjadi mentor. Kemudian pertanyaan apakah ada mentor yang tidak ditunjuk menjadi mentor oleh sistem guru pembelajar dan bagaimana statusnya ?
Pelatihan Mentor guru pembelajar sendiri telah diketahui lebih dari 3 bulan yang lalu karena ada beberapa rekan guru yang telah dikirim untuk ikut pelatihan namun apakah mereka dikirim sesuai sistem guru pembelajar, juga saya tidak tahu.Kemudian bagaimana NASIB guru yang ditujuk oleh sistem guru pembelajar menjadi mentor namun sampai dengan hari ini tidak dapat pelatihan, apakah cuek saja, menghindar atau purak purak tidak tahu saja, inilah sekelumit yang dapat saya kemukaka #ora IN ora opo opo sing penting apik.


Share:

Friday, August 26, 2016

Literasi

hermandaulay

Membaca sambil lalu tanpa pusing dengan makna serta pesan  yang dkandung  sebuah kata maupun kalimat. Aktivitas membaca dan menulis saja tidaklah cukup menurut konsep lererasi. Membaca membutuhkan pemahaman maka dengan mengajar dan menulis adalah tindak lanjut dari membaca. Gerakan mengajar dan menulis sebagai bahagian dari peningkatan kapasitas intelektual maupun sebagai output dari hasil membaca.

Gerakan menulis setelah membaca sekarang mendapat tempat yang lebih mudah karena banyak media sosial meyediakan ruangan untuk kita tulis, namun kita tidak pernah merasa menulis , karena kita hanya memperbaharui status baik status FB,BBM, Twitter, Google + serta belum lagi menulis sms, artinmya pastilah kita setiap hari menulis namun yang kita tulis belum merupakan bahagian literasi dari bahan bacaan kita

Menulis sebagai pengembangan literasi dapat dimulai dengan menulis satu hari satu paragraf tertentu yang berisi pikiran serta pendapat kita sehingga apa yang menjadi bahan bacaan dapat menjadi suatu ouput baru berupa tulisan yang akan dapat menambah pemahaman baru dari apa yang kita baca.

Cara terbaik meningkatkan literasi pribadi kita adalah dengan menulis sesuatu. Sempatkan diri memahami kata kata serta kalimat dengan kata kita sendiri. Banyak cara memahami kata baik denga puisi, drama, video, sampai teknologi dapat kita kembangkan menjadi budaya literasi baru dalam kehidupan kita

Dalam keseharian kita tidak hanya sekedar menonton film tanpa makna, membaca buku tanpa arti serta aktivitas lain dengan biasa biasa saja namun semua kegiatan tersebut bermakna serta memiliki arti untuk kita pelajari.

metuah
Share:

Wednesday, August 17, 2016

Guru Setelah 71 tahun Merdeka

hermandaulay
guru merdeka

Dulu Guru bukanlah sebuah pekerjan namun panggilan hidup,namun sekarang guru menjadi profesi. Kemajuan suatu bangsa tak lepas dari bagaimana bangsa mendidik generasi mudanya. Jepang waktu di bom atom Amerika, setelah porak poranda terkena Bom Atom lalu Kaisar Hirohito bertanya berapa banyak guru yang tersisa. Setelah 71 tahun Indonesia merdeka sudah banyak kemajuan yang dinikmati oleh bangsa ini, baik kemajuan pembangunan fisik maupun ekonomi. Namun nasib guru belum banyak berubah baik dari segi materi maupun non materi. Apa peran guru kedepan dalam memajukan bangsa Indonesia.

Guru sebagai panggilan hidup adalah sebuah gerakan dimana guru setelah mengajar tidak pernah menerima bayaran yang cukup. Guru merasa mengajar adalah jalan hidup, mengajar adalah jalan menuju kebaikan, mengajar adalah bahagian dari amal ibadah, sedang pekerjaan utama mereka dari berdagang, petani, montir, serta pekerjaan lain. Bagi guru pendapatan utama dari usaha profesi keahlian sedangkan mengajar adalah panggilan hidup untuk berbuat demi suatu panggilan jiwa.

Guru sebagai profesi adalah guru yang didik kemudian mendapat pelatihan serta memiliki surat keputusan menjalankan tugas baik dari pemerintah maupun dari yayasan. Guru sebagai profesi artinya dalam mengajar dianggap  sama seperti keahlian lain setelah selesai melakukan tugas maka berhak mendapat bayaran tertentu. Profesional guru didapat dari usaha sistematis dengan menambah keterampilan mengajar guru dengan pelatihan. Hampir tiada henti guru di didik dan di latih secara bergantian untuk meninggkatan kapasitas guru.

Namun masih banyak masyarakat masih berharap guru adalah panggilan hidup yang bekerja dengan ikhlas, guru tidak boleh terlalu banyak menuntut kompensasi ekonomi karena takut kehilangan ikhlas dalam mengajar, oleh karena itu apa bila ada guru yang sedikit saja sibuk dengan pendapatan biasanya sudah menjadi cibiran dalam masyarakat. Padahal banyak profesi lain yang bergaji sangat besar dari guru, banyak pekerjaan lain yang mendapat bayaran jauh lebih tinggi dari apa yang guru terima saaat ini sebagai contoh adik ipar saya bekerja di sebuah perusahaan minyak dalam negeri dia tamatan s1 namun bergaji hampir 20 juta sebulan sedangkan guru untuk dapat 20 juta perlu bekerja selama enam bulan. Masih banyak orang yang cerewet dengan gaji dan tunjangan guru yang rata rata sekarang 5 jutaan saja.

Untuk memenangkan persaingan ekonomi terhadap negara negara kawasan Asean, terhadap fenomena globalisasi maka guru menjadi ujung tombak strategis agar bangsa ini maju ke depan, Guru menjadi lokomotif penggerak dalam masyarakat sehingga mampu menciptakan generasi cinta ilmu serta generasi yang baik akhlaknya.

Kenyataan di lapangan masih banyak terjadi guru di politisasi dimana para guru diseret kearah dukung mendukung pasangan calon kepala daerah demi untuk mendapatkan jabatan tertentu. guru menjadi rebutan banyak pihak dimana pada akhirnya guru menjadi terpecah belah. Guru menjadi objek kebijakan politik dimana yang ditunjuk menjadi kepsek adalah yang mendukung kepala daerah pemenang pemilu, sedangkan yang tidak mendukung dimutasi dan sudah banyak korban dari tindakan keji tersebut, dimana akhirnya para guru tidak punya motivasi dalam meniti karier.

Guru dijadikan sapi perahan dimana anggaran kesejahteraan guru jarang dibayar tepat waktu, selalu dibayar tiga bulanan, enam bulanan bahkan ada yang satu tahun baru dibayar. Uang sertifikasi terkendala cair karena digunakan untuk yang lain dulu, penggutipan siluman di kantor kantor,

Guru dipersulit dalam mengurus kenaikan pangkat, guru dianggap terlalu mudah naik pangkat kemudian dibuatlah aturan aturan yang sangat luar biasa niat menyusahkan para guru. Kemudian sekarang guru harus mengeluarkan uang sekian juta untuk kelengkapan syarat naik pangkat kepada oknum tertentu padahal kenaikan gajinya sangat kei sekitar seratus ribuan saja.

Kedepan diperlukan upaya yang lebih untuk dapat menciptakan guru hebat, dimulai dari merekrut guru, pemerintah harus punya strategi dalam merekrut guru sehingga nantinya kita akan mendapat calon guru yang berkualitas. Saya ingat dulu kalau ditanya apa cita cita aku selalu menjawab jadi dokter karena bisa kaya, jadi pilot karena biar dianggap pintar. Namun sekarang kalau anak anak ditanya apa cita cita mu maka tak kurang 10 orang dalam satu kelas mau jadi guru.

Perlindungan guru menjadi suatu hal yang penting diperhatikan oleh pemerintah. Banyak kasus peserta didik mempidanakan guru karena alasan hukuman fisik yang diberikan guru, bahkan baru baru ini ada siswa SMKN  Makasar beserta orang tuanya membuat babak belur seorang guru didalam lingkungan sekolah.

Perlu sebuah inisiasi dari komponen masyarakat untuk mendesak DPR untuk membuat UU PERLINDUNGAN GURU sekalipun sudah ada peraturan pemerintah no 78 tahun 2008 tentang perlindungan guru namun sekarang masih banyak kita lihat guru mendapat masalah dalam pelaksanaan pekerjaan tanpa mendapat bantuan hukum yang memadai serta tanpa mendapat pembelaan yang cukup.

Dirgahayu Republik Indonesia ke 71 Semoga Jaya Selalu

metuah

Share:

Wednesday, August 10, 2016

Wacana Kewajiban 12 jam Mengajar Guru

Tugas seorang guru yang paling utama adalah mengajar yang diatur oleh undang undang dalam pelaksanaan. Sebelum UU no 4 tahun 2005 mengenai guru dan dosen, kewajiban mengajar guru 18 jam mengajar, kemudian terbitlah UU guru dan dosen No 4 tahun 2005 yang mengatur jam wajib mengajar guru 24 jam perminggu mengajar, yang membuat guru minimal mengajar 4 jam perhari kerja, dari senin sampai sabtu, Menteri pendidikan baru Prof muhajir mewancanakan dibeberapa media pengurangan kewajiaban mengajar bagi guru hanya 12 jam mengajar. Tulisan ini inggin mendukung mengapa guru sebaiknya mengajar hanya 12 jam  perminggu.

Mengajar adalah suatu proses transfer ilmu kepada peserta didik, dalam rangka menjadikan peserta didik dari tidak tahu menjadi tahu, dari tidak bisa menjadi bisa, dari tidak paham menjadi paham, dari bandel menjadi baik, pokoknya mengajar adalah proses merubah, Proses merubah melibatkan minimal  dua pihak yang saling mempengaruhi pihak pertama guru sebagai sumber ilmu dan pihak kedua peserta didik sebagai yang diberi ilmu. Guru dan peserta didik dalam proses belajar terjadilah interaksi diantara kedua pihak.

Guru dalam proses mengajar memerlukan beberapa persiapan baik administrasi, bahan ajar maupun kondisi mental. persiapan persiapan tersebut memerlukan waktu dan juga tenaga, persiapan administrasi berupa rencana pelaksanaan pembelajaran harian serta perangkat administrasi penilain siswa, kemudian juga diperlukan persiapan bahan mengajar yang sekarang berupa powerpoint untuk satu bab bahan ajar, serta persiapan bahan bahan pratikum beserta modul. Persiapan ketiga adalah mental untuk mengajar besok, motivasi serta semangat untuk mengajar harus terus dipompakan dalam diri seorang guru.

Peserta didik juga perlu melakukan beberapa persiapan dalam menerima pelajaran di kelas membuat pekerjaan rumah, meyusun buku untuk jadwal keesokan hari, serta beberapa persiapan laim. Peserta didik juga harus dalam kondisi baik dan sehat untuk datang kesekolah dan siap menerima pelajaran.
kesemua itu memerlukan waktu da n tenaga.

Interaksi guru dan peserta didik dalam ruang belajar memelukan persiapan baik guru maupun peserta didik, persiapan yang kurang akan dapat menimbulkan permasalahan didalam kelas. apabila guru bermasalah karena hal hal tertentu kadang guru tidak masuk kelas atau malas mengajar, kemudian apabila peserta didik mengalami ganguan belajar dan bikin rusuh maka kelas tidak dapat belajar dengan baik.

Akar permasalahannya adalah yang ideal guru hanya mengajar 4 jam per hari namun karena rumit proses penyusunan roster karena berhubungan dengan banyak guru maka ada guru dalam satu hari mengajar 8 jam terus menerus, dapat dibayangkan bagaimana persiapan yang harus dilakukan oleh guru tersebut, sudah  pasti tampa persiapan matang, guru tersebut akan mengalami kelelahan yang sangat ketika mengajar jam jam terakhir yang biasanya diselingi dengan cuaca yang amat panas serta kelas yang mulai ribut karena peserta didik telah mulai bosan dan kecapaian di kelas.

Dengan demikian mengajar 24 jam perminggu tidak dapat diterapkan secara efektif untuk memaksimalkan kerja guru, guru tidak punya pilihan harus mengajar namun dalam kondisi yang payah dan sukar. Sudah terbukti dibanyak sekolah wakil kepala sekolah bidang kurikulum gagal menyusun roster 4 jam perminggu bagi guru dampaknya kelas kelas terakhir selalu menjadi korban guru tidak masuk kelas.

GURU MENGAJAR 12 JAM PERMINGGU

Guru mengajar 12 jam perminggu memungkin guru untuk mengadakan persiapan yang lebih baik dalam proses mengajar, guru akan dapat membuat bahan ajar yang lebih baik dan lebih banyak, guru akan mampu memperhatikan peserta didik lebih baik lagi, guru akan bisa melakukan penelitian tindakan kelas guna mencari beberapa solusi dalam menghadapi masalah mengajar, guru juga akan dapat mengikuti pelatihan tanpa meninggalkan siswa  begitu saja. guru akan bisa mengembangkan diri lebih baik karena guru memiliki waktu lebih banyak.

Kepada Bapak Menteri besar harapan guru untuk secepatnya merealisasikan atau membuat peraturan tertulis mengenai jam wajib mengajar 12 jam perminggu, karena makin cepat makin baik, makin banyak guru punya waktu untuk memperhatikan siswa dan makin banyak waktu guru untuk mengembangkan kompetensi guru.

metuah
Share:

Friday, July 15, 2016

Kekurangan Jam Mengajar, yang kuat menindas yang lemah

Awal tahun ajaran baru 2016 -2017 ini para guru sertifikasi dipusingkan oleh masalah kurang jam mengajar akibat jumlah kelas yang berkurang atau juga karena mulai beraku kurikulum tigabelas. Kekurangan jam mengajar ini terutama dirasakan bagi guru non pns, guru pns non sertifikasi, guru pns  sertifikasi muda, serta guru pns yang bersebrangan dengan kepala sekolah. Akibat dari kurang jam mengajar timbul satu gejala HUKUM RIMBA, dikalangan guru yang kuat menekan yang lemah, yang senior didahulukan dibanding yang junior, yang dekat kepala sekolah mendapat duapuluh empat jam, yang tidak dekat kurang jam. Demi Uang tunjangan sertifikasi satu kali gaji. Gejala HUKUM RIMBA dikalangan guru ini sunguh memperihatinkan kalau tidak mau disebut  sangat memalukan, guru sikut sana sikut sini, iri sana iri sini, sunguh sangat  memperihatinkan, seharusnya para guru bersinergi bekerjasama dalam memajukan sekolah, seharusnya kepala sekolah melindungi semua guru dan bersikap adil dalam pemberian jam mengajar. muncul persaingan tidak sehat, sikap bermusuhan, serta sikap sikap non kooperatif.

Meutuah
Share:

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Pages

hermandaulay. Powered by Blogger.

Ads Top

Featured post

Bersiap Diri Menghadapi UKG 2016

hermandaulay Ujian Kompetensi Guru (UKG) 2016 akan dilaksanakan pada bulan November 2016. Ujian kompetensi guru menguji kemampuan guru ba...

Total Pageviews

Blog Archive

Recent

Search This Blog

Comment

Business

Flickr Widget

Breaking News

Beauty

Text Widget

About Syed

My Photo
Ingin memahami sesuatu dengan baik

Formulir Kontak



Followers

Recent

Comments

Most Recent

Random Posts

Facebook

Follow US on Google+

Popular Posts