Showing posts with label humaniora. Show all posts
Showing posts with label humaniora. Show all posts

Friday, September 9, 2016

Hayolah Jangan lagi Takut Takuti Guru

Hari ini harus kumpul berkas semua kalau tidak nanti pasti tidak cair, hari ini harus berangkat besok acara, hari ini harus tanda tangan, hari ini harus ini, harus itu kalu tidak tau sendiri akibatnya, Sudah sering saya mendapat perintah model kayak gitu, setiap kali ada perlu pagi disuruh sore sudah harus kumpul alasan ini sudah hari terakhir, sudah jam terakhir, padahal kemaren maren jumpa atau ketemu tidak ada disampaikan sesuatu pun. Kayaknya suka dengan istilah sepak bola Injuritime yaitu dibatas batas akhir permainan itupun biasanya sudah lewat waktu normal dalam permainan.

Guru sangat sering mengalami model pemberitahuan kayak begini, pokoknya harus kalu tidak tau sendiri akibatnya.Suka sekali lihat para bapak ibu guru kelimpungan kalangkabut apalagi yang usdah tua, mereka panik dan biasanya tau sendiri kalau orang tua panik, pak bagaimana berkas saya, masak sih harus kumpul hari ini, masak sih harus tanda tangan jam ini juga, saya hanya bisa menjawab biasalah bu injuritime buat kita spot jantung.

Sebenarnya banyak waktu tersedia untuk menyampaikan perintah atau informasi tertentu pada Ibu bapak guru, janganlah menakut nakuti ibu bapak guru karena Anda bisa kualat itu sudah pasti dan sudah banyak contoh orang yang suka bikin susah ibu bapak guru biasanya tidak selamat. Jadi cobalah bayangkan kalau anda yang disuruh kumpul berkas dan anda orang sudah tua apa bisa seperti itu.

So jadi hentikanlah menakut nakuti guru. 
Share:

Thursday, September 8, 2016

update akun Guru Pembelajar kota langsa kemaren

Kemaren dapat perintah untuk mengaktifkan akun guru pembelajar anehnya hari rabu tanggal 7 september 2016 kemaren katanya hari terakhir update akun padahal disistem sendiri tidak ada indikasi pemberitahuan seperti itu namun daripada kan lebih baik , maka kalangkabut lah semua guru yang ikut UKG 2015 karena syarat masuk akun pakai No ujian UKG 2015 karena no ujian sudah pada hilang entah kemana, untungnya ada pertinggal sama operator sekolah. kemudian mulailah update akun masal untuk melihat rapor masing masing guru. saya tidak ingin menceritakan ekspresi para guru yang terluka mungkin karena karapor nya jelek.
Yang menarik bagi saya ternyata ada beberapa rekan guru yang ditunjuk oleh sistem Guru Pembelajar Menjadi Mentor, disekolah saya sendiri ada tujuh mentor yang ditunjuk oleh sistem karena raport mereka hanya merah tiga paling banyak, namun hanya satu yang mendapat pelatihan menjadi mentor. Kemudian pertanyaan apakah ada mentor yang tidak ditunjuk menjadi mentor oleh sistem guru pembelajar dan bagaimana statusnya ?
Pelatihan Mentor guru pembelajar sendiri telah diketahui lebih dari 3 bulan yang lalu karena ada beberapa rekan guru yang telah dikirim untuk ikut pelatihan namun apakah mereka dikirim sesuai sistem guru pembelajar, juga saya tidak tahu.Kemudian bagaimana NASIB guru yang ditujuk oleh sistem guru pembelajar menjadi mentor namun sampai dengan hari ini tidak dapat pelatihan, apakah cuek saja, menghindar atau purak purak tidak tahu saja, inilah sekelumit yang dapat saya kemukaka #ora IN ora opo opo sing penting apik.


Share:

Saturday, September 3, 2016

Program Guru Pembelajar Sindiran Halus Buat Guru

hermandaulay

Ujian Kompetensi Guru thun 2015 hasilnya telah diumumkan hasilnya rata rata nilai guru 5.3 dibawah angka kriteria ketuntasan minimumyaitu 5.5. Setelah nilai diumumkan dan hasilnya kurang memuaskan maka dibuatlah program untuk meningkatkan nilai ujian kompetensi guru dengan Program Guru Pembelajar yang di cetuskan oleh Mendiknas Anis Baswedan. Program ini berdasar teori Belajar dari rekan sebaya yang lebih pintar.Dalam hal ini Penulis tidak begitu setuju dengan metode belajar dengan rekan sendiri yang lebih pintar ini, karena pintar nya dilihat hanya dari nilai UKG 2015. Belum tentu nilai UKG tinggi berarti cakap pintar juga dalam mengajar didepan kelas. Nilai  UKG tinggi satu hal, kemampuan mengajar adalah hal yang berbeda, nilai UKG tidak menggambarkan kemampuan guru mengajar di depan kelas secara akurat. UKG hanya potret dari kognitif  guru dari sisi materi ajar serta teori pedagogik.

Program Guru Pembelajar ini merupakan sindiran halus bagi guru, karena dalam hal ini guru dianggap kurang banyak belajar dan pengetahuan yang rendah oleh karena itu nilai UKG guru rendah, kesimpulan seperti ini bisa saja menyesatkan karena bisa saja guru bukan goblok namun soal soal UKG tidak beres dan tidak dapat dipercaya karena mungkin saja soal tidak kredibel lalu diujikan ke guru lalu ternyata guru nilai rendah dan dianggap guru kurang belajar. belum lagi adanya kecurangan dalam ujian, misal boleh tanya mbah google pakai hp pintar karena tidak diawasi dengan baik ujian UKG nya.

Satu masalah lagi ternyata guru guru yang lebih bodoh karena nilai rendah ini disuruh belajar dengan rekan guru yang lebih tinggi nilai UKG nya yang dijadikan Instruktur Nasional yang dilatih dalam beberapa hari saja kemudian  dijadikan Instruktur guru pembelajar,  menurut saya Pelatihan yang diikuti guru dengan pelatih dari luar kota saja dengan nara sumber hebat kadang guru susah mengikuti dengan baik karena anak, tugas tambahan dll, apalagi pelatihan dengan secara daring atau online yang jelas bagi saya banyak hal yang menjadi pertanyaan bagi peningkatan pengetahuan materi ajar dan pedagogik guru oleh rekan sejawat ini, sampai sekarang belum ada evaluasi.

Meningkatkan kompetensi guru apalagi yang sudah tua tentu memerlukan cara khusus bukan dengan mereka disuruh belajar dengan guru yang lebih pintar, berikan guru tua tiket untuk berkunjung atau studi banding,  fokuslah dalam merekrut guru PNS,  carilah calon guru PNS yang pintar, carilah para guru hebat, biarkan guru tua menikmati sisa pengabdian, susah untuk tahu banyak hal dalam jangka waktu yang singkat, Meningkatkan nilai UKG 5.3 menjadi 7 bagi orang muda sangat sukar, apalagi bagi orang tua tentu lebih sulit lagi jadi hentikan buat program buang buang uang.

Kemampuan guru tua kaya pengalaman menghadapi siswa mereka mampu mendidik siswa  sekaligus mengajar siswa di kelas lebih baik dibanding dengan guru muda yang memiliki NilaimUKG 100, mungkin penguasaan materi ajar serta istilah pedagogik kurang mereka pahami namun mereka mampu dalam menguasai kelas, mereka mampu berada pada kelas dan sekolah yang paling sulit kondisi siswa. Guru pembelajar harus menjadi inheren dalam setiap guru modren karena bisa saja siswa sekarang lebih duluan tahun karena bisa bertanya kepada mbah google, namaun sikap ahlak serta tingkah laku siswa tentulah guru yang menjadi ujung tombak perbaikan karena mabh google tidak mengajarkan ahlak, dan tingkah laku yang baik. 
Share:

Monday, August 29, 2016

Relokasi yang Gagal Ke Bangunan Pasar Baru di Krungkukuh

hermandaulay
dok.pri 

Melaksanakan suatu pembangunan lebih mudah dari pada mengurus orang yang menempati bangunan apalagi bangunan pasar, Maksud hati pemerintah menata tempat berjualan dengan lebih baik dengan bangunan yang lebih bagus, namun entah bagaimana ceritanya bangunan yang dibiyai dengan anggaran ratusan juta  hanya menjadi monumen tanpa penghuni dan mulai rusak sebelum dipergunakan, ada beberapa kali upaya untuk memindahkan para pendagang ke tempat yang baru ini namun selalu ditolak oleh para pedangang dengan berbagai alasan yang tidak dilalui orang lah, sepi, dan banyak lagi alasan lain.

dok.pri

Bangunan pasar yang baru ini permanen dengan lapangan yang sangat luas serta akses yang tidak terlalu jauh dari jalan secara umum sudah memenuhi syarat yang diminta oleh para pedagang namun masih juga pedagang tidak mau pundah.

dok.pri

Apakah waktu dibangun pasar baru ini para perencana proyek pembangunan pasar ada membuat pendekatan pada para pedangan ini, ada para perencana bertanya apa yang diinginkan oleh para pedagang, apa yang sebenarnya pedagang inginkan, atau bangunan pasar yang bagai mana yang disukai pedagang, sehingga ketika sudah dibangunan waktu pemindahan dapat dilakukan dengan baik.

Saya banyak menjumpai kasus kasus model seperti ini, sudah dibangun kemudian terbengkalai kareana tidak mau ditempati para pedaang, dibanyak tempat hal seperti ini terjadi padahal dibangun dengan mengunakan dana APBN, maupun APBD sunguh sangat disayangkan kalau sudah terjadi hal semacam ini uang yang sudah dikeluarkan sia sia tidak bermanfaat.

Apakah itu akibat Perencanaan yang gagal atau ada kesalahan kesalahan yang lain saya tidak tahu mungkin lebih baik pada proyek pembanguan seperti pasar dilibatkan para ilmuan sosial agar dapat diantisipasi masalah masalah yang timbul kemudian karena terjadi penolakan relokasi







Share:

Thursday, August 25, 2016

Rutinitas, Apakah disadari ?

hermandaulay

Melewati jalan yang sama ketika pergi dan pulang kantor, makan di tempat yang sama, duduk di kelas penataran di bangu dan meja yang sama selama pelatihan padahal peserta boleh pindah pindah bangku biar banyak kenalan. Mengenakan baju yang sasma corak dan model. Berkunjung ke tempat tertentu secara terarur, minum kopi di tempat yang sama dan meja yang sama setiap hari.Apakah kesemua rutinitas yang kita lakukan tersebut kita sadari dan bagaiman dengan rutinitas di tempat kerja ?

Kadang penulis merasa aneh  melihat diri sendiri dan kadang juga orang lain melakukan kegiatan yang sama dan bertemu orang yang sama ditempat yang sama, entah ke kantor, entah sedang ngopi atau dalam kegiatan penataran, Apakah semua rutinitas tersebut disadari, Artinya saya dan orang lain melakukan hal yang sama pada jam yang sama dan tempat yang sama tanpa ada janji atau jadwal seperti sudah merupakan ban berjalan pada sebuah industri. Apakah memang seperti itu setiap hari yang kita lakukan. 

Rutinitas model seperti ini biasanya berkaitan dengan prilaku, kebiasaan yang  secara tidak sadar menjadi internalisasi di dalam diri. Prilaku berulang berkaitan dengan aktivitas individu kadang membahayakan keselamatan karena dengan mudah orang dapat dipelajari apa dan dimana sesorang tersebut berada.

Saya sendiri sering memanfaatkan ilmu rutinitas orang ini untuk bertemu atau menyelesaikan urusan tertentu terutama pada orang sibuk yang tidak dapat kita hubungi dengan hp karena posisi politik seseeorang. Misalnya dimana parkir mobil bapak tersebut, atau sedang ngopi dimana, pokoknya kalau kita mau usaha sedikit mengetahui seseorang maka dengan mudah kita bisa tau sedang ada dimana orang tersebut, 

Rutinitas model prilaku berbeda dengan rutinitas kerja dikantor yang itu itu saja, rutinitas kerja dikantor menimbulkan tekanan kerja dan stres, rutinitas model pekerjaan ini menimbulkan suasana kerja yang tidak kondusif maka orang perlu liburan untuk meredakan rutinitas kerja. Rutinitas kerja menimbulkan penyakit akut dan fisikis pada tubuh manusia, dampaknya orang merasa sakit tubuh sekaligus merasa frustasi di tempat kerja.

Rutinitas prilaku kalau tidak dilakukan maka seseorang akan merasa aneh atau kurang lengkap hidup hari ini, misal belum ke warung kopi langan, tadi tidak lewat jalan biasa, atau tidak makan ditempat yang biasa. Sedangkan rutinitas di kantor berbahaya kalau kita lanjut kan membawa dampak bagi kehidupan kita, jadi kenalihah gaya rutinitas prilaku maupun rutinitas tempat kerja. Agar kita mampu menyeimbangkan dan sekaligus mengantisipasi hal hal buruk yang akan terjadi pada diri kita






Share:

Sunday, August 21, 2016

Putaran Waktu Semakin Cepat Berlalu

hermandaulay
sumber. google.co.id

Tak terasa sekarang waktu berjalan sangat cepat. Satu hari terasa teramat singkat, Jam demi jam terasa terlewati begitu saja. Pagi subuh bangun tak terasa telah berjumpa dengan magrib, kemudian masuk waktu malam tampak terasa mata telah mengantuk dan berjumpa dengan pagi subuh berikut. begitulah terasa cepat hari berlalu.

Hari berganti hari tak terasa berjumpa dengan hari minggu kembali, minggu berulang minggu tibalah berganti bulan begitulah perputaran terus hari silih berganti dengan cepat membuat kita terenggah engah.

Semakin sedikit waktu yang kita miliki, padahal satu hari tetap, 24 jam sehari semalam. Perputaran waktu yang kita miliki di ibaratkan seperti kita naik mobil, yang bergerak adalah benda benda di pinggir jalan sedangkan mobil rasanya tetap, mungkin begitulah  kondisi yang sebenarnya waktu yang kita miliki seolah olah yang bergerak dan berubah adalah kita padahal waktu yang bergerak dan berubah.

Waktu bergerak berubah semakin cepat setiap saat tanpa disadari oleh umat manusia, waktu telah membuat kita terperangkap dalam gerak nisbi sang waktu. Waktu telah menguasai kehidupan manusia lebih dari sebelum sebelumnya sehingga kita diperbudak oleh sang waktu

Waktu sangat berharga karena waktu yang telah lewat tidak akan pernah kembali lagi, Ketika kita membuang waktu kita untuk hal hal yang tidak bermanfaat, atau menyia yiakan waktu kita untuk suatu hal yang tidak penting, membuang buang waktu untuk berbuat kebodohan atau melewatkan saat termanis kita bersama orang tersayang maka apabila telah kita lewati kita tidak akan mungkin dapat kembali pada waktu yang lalu, kita akan meringkuk dalam penyesalan, kita akan merasa sangqt amat rugi.

metuah
Share:

Friday, August 12, 2016

Insentif

hermandaulay
4 elemen motivasi
http://google.co.id


Kadang kita perlu mengerakan orang lain, untuk dapat melakukan apa yang kita perintahkan, atau apa yang kita inginkan. Mengerakan orang lain untuk melalukan keinginan maka diperlukan cara atau trik aga berhasil. Dalam kesempatan kali ini bagaimana insentif mampu mengerakan orang lain agar mau melakukan apa yang kita ingginkan. Dasar dalam pengambilan keputusan ekonomi mengenai dorongan melakukan sesuatu dengan insentif. Seberapa besar pengaruh insentif mendorong manusia melakukan tindakan ekonomi maupun non ekonomi. 

Insentif salah satu  elemen untuk meningkatkan motivasi baik bekerja, belajar, beribadah. insentif merupakan alat untuk mendorong manusia melakukan sesuatu, insentif yang paling baik adalah uang namun selain uang senyuman pun dapat menjadi insentif, pujian, ucapan terimakasih bahagian dari insentif. Biasakan mulai dengan meminta tolong kemudian diakhiri dengan ucapan terimakasih, dan jangan lupa memuji hasil pekerjaan yang kita suruh.

Menggerakan orang lain dengan memberi rangsangan insentif merupakan salah satu cara, baik dengan memberi uang, senyuman ucapan terimakasih atau apa saja yang dapat kita berikan sebagai penghargaan atas pekerjaan seseorang. Cara kita memberikan insentif juga berpengaruh terhadap kesuksesan mengerakan orang lain.

Mempelajari keterampilan memberi insentif selain uang

Ketermpilan memberi motivasi dengan insentif perlu dipelajari agar kita sukses mengerakan orang lain,pada dasarnya memberikan insentif berupa uang sangatlah mudah namun pastilah jumlah uang kita sangat terbatas untuk kita berikan kepada seseorang sebagai insemtif. untuk mengati agar kita bisa mengerakan orang lain tampa uang maka kita bisa mengunakan senyuman,, ucapan terimakasih, pujian serta masih banyak hal lain misal bersikap baik, memberi ucapan selamat memberikan promosi, serta banyak hal lain yang dapat kita jadikan alat isentif.

metuah






Share:

Saturday, August 6, 2016

Social Capital : Trust, Norma, Networking

sumber : google.com

Social capital,menurut fukuyama (1999) adalah  trust, Norma, Networking. Social capital memiliki arti bebas modal sosial. modal menurut KKBI uang yang dipakai sebagai pokok (induk) untuk berdagang, melepas uang, dan sebagainya; harta benda (uang, barang, dan sebagainya) yang dapat dipergunakan untuk menghasilkan sesuatu yang menambah kekayaan dan sebagainya: ia menanam -- nya dalam perusahaaan itu;2 ki barang yang digunakan sebagai dasar atau bekal untuk bekerja (berjuang dan sebagainya): sedangkan sosial menurut kkbi berkenaan dengan masyarakat: perlu adanya komunikasi -- dalam usaha menunjang pembangunan ini; dari kedua arti kata diatas dapat diartikan yang berhubungan dengan masyarakat yang dapat menambah kekayaan. dimana secara bebas dapat kita maknai bekal berbekal komunitas.

Bekal pertama adalah trust dimaknai dalam komunitas yang memiliki rasa saling percaya, Dr Ernan Rustiadi dosen pasca sarjana IPB  dalam kuliah tata ruang ketika membahas meteri ini menjelaskan contoh sederhana beliau katakan ketika awal awal kuliah pasti belum timbul rasa saling percaya diantara para mahasiswa sehingga pada waktu itu jika kita butuh pinjaman 100 ribu saja  kepada salah seorang teman pasti tidak akan diberi, namun seiring berjalan waktu rasa saling percaya tumbuh diantara mahasiswa dan sekarang kata beliau sudah dapat saling meminjam uang dan ini saya alami langsung ketika saya tidak punya uang saya suka pinjam dengan mas Suphendi rekan seangkatan kuliah. Bisa dipercaya inilah yang dicari bank dari debitur atau peminjam. Bank penerbit kartu kredit juga memberikan kemudahan bagi nasabah yang memiliki kartu kredit lain tanpa memiliki masalah dalam pembayaran. Rasa percaya modal dalam berumah tangga, dalam bermasyarakat jadi rasa saling percaya merupakan harta yang tak tampak, kalau adam Smith tangan tak tampak, maka modal sosial juga mengenal harta atau kekayaan tak tampak.

Berikutnya Bekal Norma, adalah aturan aturan yang disepakati dalam suatu komunitas, seperti kita tahu kontrak mengatur antara hak dan kewajiban anggota komunitas baik secara tertulis maupun tidak. Mengapa norma menjadi kekayaan tidak tampak karena aturan sosial apabila dijalankan dengan baik maka akan memberi keuntungan bagi anggota komunitas, baik ekonomi maupun non ekonomi, ini dapat dilihat misalnya lembaga pembiayaan membayar penagih hutang untuk mengatasi pelanggaran kontrak, kemacetan jalan raya yang menimbulkan kerugian ekonomi yang amat besar. norma memberikan kondisi aman komunitas dalam menjalankan kegiatan.

Ketiga Bekal Networking merupakan jaringan teman berteman memperluas jaringan kerja maupun jaringan kawan, dalam kata lain memperluas kawan, silaturahmi yang sekarang lebih dikenal degan jejaring sosial, media sosial atau media sosial mendasari sistem mereka pada memperluas jaringan, facebook memilki 2 miliyar akun, bayangkan jika semua akun terhubung dan saling berbagi. Begitu dahsyat networking sehingga menjadi harta atau modal tak tampak bagi  seseorang untuk maju dan berkembang.

Bekal Trust, norma, serta networking memerlukan jembatan yang membuat ketiga unsur tersebut dapat berjalan dengan baik dalam komunitas, apabila ketiga unsur itu disatukan  menjadi modal sosial dimana dapat menjadi faktor produksi potensial selain faktor faktor produksi lain seperti modal, tenaga kerja , keahlian , serta sumber daya dan ditambah dengan modal sosial.
Share:

Thursday, August 4, 2016

Keberadaan Pedagang Laser Hijau Kota Langsa, indah atau membahayakan

dok.pri

Keberadaan pedagang kaki lima  penjual laser hijau menjamur di Kota Langsa, Laser hijau dijual biasanya pada malam hari beberapa tempat di sepanjang jalan utama Kota Langsa. Laser hijau selain indah namun juga memberikan beberapa efek yang berbahaya bagi penguna jalan di Kota Langsa. Para pedagang bisanya akan menghidupkan laser hijau tersebut untuk menarik perhatian pembeli. Laser hijau yang digunakan berukuran besar sehingga cahaya yang dihasilkan cuga sangat terang dan menyilaukan mata.bagaiman dampak laser hijau terhadap keselamatan penguna jalan, kemudian bagaimana dampak laser hijau terhadap mata manusia

dok.pri
Laser hijau yang dijual para pedagang memiliki ukuran yang cukup besar. Cahaya yang dihasilkan sangat indah menarik hati untuk melihat dari dekat penjual alat laser hijau. Pada malam hari arus lalu lintas dijalan kota langsa sangat ramai, jalan dipenuhi sepeda motor serta mobil. Laser hijau yang dihidupkan pedagang membuat silau para pengendara mobil dan sepeda motor

dok.pri

Saat melintas di depan para penjual laser hijau pengendara motor akan melihat lintasan cahaya hijau yang kadang sangat meyilaukan mata. Bagi pengendara motor remaja mungkin akan membuat mereka terkejut dan kehilangan konsentrasi dalam berkendaraan, bagi orang tua juga akan menganggu mata mereka sehingga akan kehilangan konsentrasi dalam berkendaraan. 

Keberadaan pedagang laser hijau selain menarik karena cahaya laser hijau menghiasi gemerlap. Kota Langsa namun juga berpotensi membahayakan bagi pengendara sepeda motor maupun mobil. Patut diwaspadai oleh pemerintah karena hal ini belum menjadi perhatian mengenai keselamatan dijalan raya.

Belum lagi apabila mengenai mata apakah cahaya laser aman, karena intensitas cahaya yang sangat terang mengenai mata secara tiba tiba, mungkin saja akan menimbulkan kerusakan pada mata, saya belum mengetahui secara pasti dampak laser hijau terhadap kesehatan mata manusia, semoga tidak berbahaya, namun patut kita waspada terhadap dampaknya terhadap mata kita dikemudian hari

metuah

Share:

Wednesday, May 4, 2016

Rumah Pikir dan Imajinasi

Rumah Pikir

Belajar menata pikir dan imajinasi

Butuh tempat untuk  buah pikir dan imajinasi, dimana sering liar berkecamuk dalam kepala, kadang sangat meyenangkan namun juga menyiksa apabila tidak tersalurkan.

Kadang pikiran dan imajinasi alam bawah sadar memenuhi kepala, kadang muncul hal hal luar biasa dari proses kehidupan pikir.

huruf demi huruf, menjadi kata, rangkaian kata menjadi kalimat,

namun kalimat tanpa jiwa menjadi garing.

Proses memberi jiwa pada kalimat ini sedang ku pelajari..
Bagaimana sebuah kata punya jiwa dan tidak garing.
Bagaimana kata kata berjiwa menjadi kalimat.
Bagaimana kata dan kalimat dapat mewakili diriku untuk menyampaikan maksud.

Aku ingin kata dan kalimat mewakili pikiran ku,
kata dan kalimat alat komunikasi ku
kata dan kalimat wakil maksud dan tujuanku

Rumah pikir ini dibaggun sebagai wadah kata dan kalimat beserta gambar untuk mewakili aku berpendapat.




Share:

Popular Posts

Recent Posts

Unordered List

Pages

hermandaulay. Powered by Blogger.

Ads Top

Featured post

Bersiap Diri Menghadapi UKG 2016

hermandaulay Ujian Kompetensi Guru (UKG) 2016 akan dilaksanakan pada bulan November 2016. Ujian kompetensi guru menguji kemampuan guru ba...

Total Pageviews

Blog Archive

Recent

Search This Blog

Comment

Business

Flickr Widget

Breaking News

Beauty

Text Widget

About Syed

My Photo
Ingin memahami sesuatu dengan baik

Formulir Kontak



Followers

Recent

Comments

Most Recent

Random Posts

Facebook

Follow US on Google+

Popular Posts